Skip to main content

PAJAK PENGHASILAN BADAN / CORPORATE INCOME TAX

Apa sih yang dimaksud pajak penghasilan badan?
Pajak penghasilan badan ialah pajak yang dikenakan atas penghasilan suatu perusahaan.

Penghasilan yang seperti apa?
penghasilan yang dimaksud adalah setiap penambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak Badan, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan keperluan apapun termasuk misalnya menambah kekayaan, konsumsi, investasi, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara hitungnya?
Untuk menghitung Pajak Penghasilan badan caranya dengan mengkalikan tarif pph badan dengan penghasilan kena pajak.


Berapa tarif pph badan?
Tarif Pajak Penghasilan Badan secara umum adalah 25% (dua puluh lima persen) dari Penghasilan Kena Pajak sesuai undang undang No. 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan.

Bagaimana menghitung Penghasilan Kena Pajak?
Untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak, caranya:

1. Hitung seluruh Penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak.
Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak dan penghasilan yang telah dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat Final tidak perlu dimasukkan. 
Bila Penghasilan yang tidak dapat dikurangkan tersebut telah masuk dalam pembukuan wajib pajak, Penghasilan tersebut perlu dikeluarkan dari Laporan Rugi/Laba terlebih dahulu melalui koreksi fiskal.

2. Kurangkan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh badan tersebut.
Biaya-biaya tersebut meliputi seluruh biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain: biaya pembelian bahan, biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa (gaji, tunjangan dsb), biaya bunga, biaya sewa, royalty, biaya perjalanan, biaya pengolahan limbah, premi asuransi, biaya promosi dan penjualan, biaya administrasi. Jangan lupa untuk mengurangkan biaya penyusutan dan amortisasi.

3. Perhatikan biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan 
Sebagaimana di atur dalam perundangan perpajakan beserta aturan turunannya. Keluarkan biaya-biaya tersebut dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak. Bila sudah terlanjur masuk dalam pembukuan wajib pajak, biaya-biaya tersebut perlu dikeluarkan terlebih dahulu melalui koreksi fiskal. Biaya tersebut di antaranya pembagian laba seperti dividen, pembagian sisa hasil usaha koperasi maupun biaya untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota maupun biaya-biaya lain yang diatur dalam peraturan perpajakan.
Sumber : pajak.go.id

Apabila perlu bantuan atau pertanyaan lebih lanjut bisa hubungi:
PT. Radja Adji Perkasa

No Telp : 085640803318 (Aktif WA)






Comments

Post a Comment